Home » Cirebon » Demo Proyek Sport Center, ALDERA Tuding DPKPP Sarang Korupsi

Demo Proyek Sport Center, ALDERA Tuding DPKPP Sarang Korupsi

CIREBON – Puluhan masa yang mengatasnamakan Aliansi Demokrasi Rakyat (ALDERA) melakukan aksi unjuk rasa, Kamis (11/4/2019) selepas sholat duhur. Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan didepan kantor Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Cirebon. Mereka mempertanyakan kinerja DPKPP terkait masih belum selesainya proyek sport center Watubelah yang menelang anggaran ratusan milliar.

Unjuk rasa yang dijaga ketat polisi dan Satpol PP tersebut sedikit memanas. Korlap aksi, Toni Gumilar dengan berapi api, membuka dugaan korupsi yang ada pada DPKPP. Toni menuding, selama ini banyak permasalahan yang selalu disembunyikan pihak DPKPP, khususnya masalah transfaransi prpoyek.

“Sebagai kepala dinas Agas telah gagal mengelola DPKPP. Banyak proyek yang terindikasi korupsi yang selama ini tidak terendus,” teriak Toni.

Salah satunya, adalah proyek sport center yang sudah tiga tahun ini terbengkalai. Selain Agas, Kepala Bappeda Deni Supdiana disebut Toni sebagai orang yang paling bertanggung jawab dengan proyek sport center. Menurutnya, kuat dugaan anggaran yang digelontorkan sebagian masuk kepada oknum-oknum yang berafiliasi dengan proyek tersebut.

“Kami menduga semua yang terlibat dengan proyek sport center, kecipratan duit tidak jelas dari anggaran ini. Sunjaya juga pasti menerima. Kami tidak takut siapa bekingnya dibelakang, lawan kami sekarang juga,” tantang Toni.

Hal senada dikatakan Warcono. Saat berorasi, Warcono sedikit komplain karena penerimaan pihak DPKPP tidak sesuai dengan permintaan untuk audensi didalam ruangan. Warcono juga menuding, selama Agas menjabat sebagai Kepala DPKPP, tidak ada satupun pembangunan yang signifikan.

“Agas sudah gagal sebagai Kadis DPKPP. Mana pembangunan yang signifikan, semuanya tidak jelas. Kita akan laporkan masalah ini ke KPK, data sudah ada. Kebetulan sekarang ada BPK-RI di Kabupaten Cirebon. Semoga aksi ini menjadi catatan bagi mereka,” ungkap Warcono

Aksi unjuk rasa sedikit mereda, ketika pihak DPKPP mengajak perwakilan aksi untuk audensi di aula dinas. Toni yang mewakili auden, mengungkapkan kekesalannya terkait proyek sport center yang belum selesai juga. Toni kembali mempertanyakan, kemana anggaran yang selama ini sudah digelontorkan. Sementara, sampai saat ini proyeknya mangkrak,” kata Toni.

Sementara, Gio, perwakilan lainnya merasa kecewa dengan pihak DPKPP, karena audensi tersebut dianggap obrolan kosong. Gio meminta peserta untuk segera meninggalkan ruangan tanpa memberikan kesempatan sedikitpun pihak DPKPP memberikan penjelasan.

“Kita sudah berapa kali duduk disini tanpa ada solusi. Bubar semua,” perintah Gio sambil meninggalkan ruangan.

Sayangnya, pihak DPKPP enggan menberikan komentar apapun berkaitan dengan persoalan unjuk rasa masalah sport center tersebut. (man)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.