Home » Bandung » Rimbawana UPI Sukses Gelar Seminar Nasional Bertema ‘Etika Lingkungan’

Rimbawana UPI Sukses Gelar Seminar Nasional Bertema ‘Etika Lingkungan’

BANDUNG – Rimbawana UPI sukses menggelar Seminar Nasional Pendidikan Lingkungan Hidup dengan tema ‘Etika Lingkungan Hidup Untuk Pembangunan Berkelanjutan’ digelar di Gedung Bumi Siliwangi, Kampus UPI Cibiru, Kabupaten Bandung, Kamis (11/4/19).

NARASUMBER – Narasumber seminar nasional Rimbawana UPI Kampus Cibiru saat menyampaikan materi, Kamis (11/4/2019).

Dalam kesempatan seminar kali ini menghadirkan Narasumber Prof. Dr. Ir. Ahmad Fauzi Syam, M.Sc, selaku Dewan Guru Besar Institut Pertanian Bogor, Dr. Uswatun Hasanah, M.Si, selaku Korprodi S1 PKK-FT Universitas Negeri Jakarta, dan Piqhi Rizqi, ST, MT, selaku Inventarisasi & Perencanaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jabar.

DLH provinsi jawabarat
Jabatan :

Menurut Ketua Pelaksana Rizal Nurul, pada seminar kali ini diharapkan mampu memberikan pemahaman dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dengan memenuhi kewajiban aspek-aspek lingkungan, memperhatikan kondisi alam sebelum melaksanakan pembangunan.

“Untuk pembangunan berkelanjutan, ada hal wajib yang harus diketahui sebelum melakukan pembangunan, tentang kondisi fisik lingkungannya. Di lingkungan perkotaan cocoknya seperti apa, di lingkungan yang dekat dengan pegunungan harus bangunan seperti apa, jadi lebih diperhatikan tentang tekstur tanah dan kondisi tanah,” jelas Rizal.

“Jadi jangan sampai wilayah yang tidak boleh didirikan industri tetapi didirikan, nah itu akan berdampak terhadap lingkungan,” tambahnya.

Dijelaskan Rizal Nurul, jumlah peserta yang mengikuti seminar kali ini sebanyak kurang lebih 200 peserta, “kita sebenernya fokus utama untuk mahasiswa fakultas PGSD, karena ada mata kuliahnya. Akan tetapi kita juga membuka untuk umum, dan alhamdulillah peserta umum pun ada yang mendaftar,” ujarnya.

“Dari pihak dosen juga ada yang mendaftar sebagai peserta, dari universitas lain pun ada,” imbuhnya.

Tujuan utama dari seminar kali ini, lanjut Rizal, untuk menumbuhkan kesadaran, terutama bagi kami calon pendidik di guru sekolah dasar itu harus memahami bahwa nantinya akan memberikan pemahaman kepada murid tentang menjaga lingkungan, dan lingkungan itu harus dilestarikan, harapnya.

Ditemui usai memberikan materi dalam seminar, Dr. Uswatun Hasanah M.Si menyampaikan bahwa untuk peserta dan semua yang hadir, civitas akademika, masyarakat, harus memulai dari diri sendiri untuk mau berubah untuk melestarikan lingkungan.

“Kalau tidak mau berubah ya sudah, andalkan saja orang lain. Tapi memang harus dari diri sendiri kita awali, kemudian memberikan contoh kepada orang lain, kita ajak satu persatu,” ujarnya.

Peran akademisi dalam industri, kata Uswatun, sebagai ranah ilmu pengetahuan, penelitian, kemudian memberikan edukasi kepada masyarakat, “tapi kita juga bisa memberikan edukasi kepada pelaku industri,” ucapnya.

Selain itu, lanjutnya, kita harus membangun kerjasama dengan semua stakeholder untuk menangani kerusakan lingkungan yang terjadi, “tanggung jawab bukan satu pihak saja tapi semua, baik aparat harus tegas, pemerintah juga harus tegas, kalau ada yang salah dia harus diberikan ganjaran sesuai akibat kerusakan lingkungan yang sudah diperbuat,” tegasnya.

Kemudian, terkait kebijakan seolah olah perguruan tinggi dengan pemerintah ada jarak, “kan seharusnya setiap kebijakan adalah hasil penelitian, hasil analisis, hasil kajian dari perguruan tinggi. Nah ini seharusnya ada sinergi yang baik,” harapnya.

“Dan akademisi juga harus mau melakukan penelitian dan kajian kajian tersebut, jangan sebagai akademisi hanya mengajar saja, jadi produk penelitian harus dibuat setiap tahunnya,” ungkapnya.

Berkaitan dengan kependidikan, dirinya berharap bagaimana kita bisa menanamkan sikap dan perilaku terkait etika lingkungan, “kita sebagai manusia dengan makhluk lain, kita sebagai sesama manusia dan lingkungan sekitar, saya rasa itu yang harus kita pahami,” katanya.

“Karena percuma juga kalau pemerintah kasih hukuman tapi masyarakatnya tidak teredukasi, dan itu harus dimulai sejak dini,” pungkasnya. (cuy)

MEDIA PARTNER – Jabar Publisher didaulat menjadi media partner seminar nasional UPI Kampus Cibiru. Tampak wartawan JP, Suryadi, sedang mewawancarai narasumber.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.