Home » Cirebon » Haul Ke-88 KH. Muhammad Sa’id Di Ponpes Gedongan Sukses Besar

Haul Ke-88 KH. Muhammad Sa’id Di Ponpes Gedongan Sukses Besar

CIREBON – Kemeriahan Puncak Pelaksanaan Acara Haul ke 88 KH. Muhammad Sa’id di Pondok Pesantren Gedongan, Kecamatan Pangenan, Kabuaten Cirebon, Sabtu (13/4/2019) benar-benar terasa. Pasalnya kawasan tersebut dipadati oleh ribuan pengunjung dan tamu undangan. Sehingga tidak berlebihan jika pelaksanaan even tahunan ini dikatakan sukses besar.

Acara semakin meriah saat para tamu undangan dan pengunjung yang hadir dari beberapa daerah berkumpul di acara pengajian kala mendengarkan ceramah dari KH. Subhan Ma’mun dari Brebes dan KH. Musthopa Aqiel Siradj, pengasuh Pondok Pesantren KHAS Kempek. Dengan setia jamaah menyimak tausiah hingga tengah malam.

Selain pelaksanaan acara puncak, sebelumnya Ponpes Gedongan telah mengadakan beberapa rangkaian kegiatan yaitu diantaranya Bahtsul Masail dan Seminar Kesehatan bekerjasama dengan lembaga Bahtsul Masail pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Cirebon melalui IPPNU yang dilaksanakan pada hari Rabu (10/4/19). Selain itu, ada sunatan massal dengan jumlah peserta sebanyak 23 anak, donor darah, dan santunan bagi 50 anak yatim piatu. Dilanjutkan dengan acara Gedangan bersholawat dan Istighosah bekerja sama dengan Polres Cirebon yang dihadiri oleh Muspika, Dandim dan Pj bupati Cirebon pada Kamis (11/4/19).

Selanjutnya, pada Jum’at (12/4/19) ada bedah buku “Fiqih Kebangsaan” bekerjasama dengan IPPNU dengan narasumber Ustad Muhammad Hamim HR dan DR. H.Muhammad Nuruzzaman sebagai pembanding, Pembacaan Al-Quran Binnadzri oleh para santri dan semaan Al-Quraan Bilghoib oleh Dzurriyyah Bani Sa’id dan alumni Pondok Pesantren Gedongan di Maqbaroh KH. Muhammad Sa’id.

Ketua Panitia Haul Murtadlo Imam menyatakan, kegiatan Haul KH Muhammad Sa’id ke 88 tahun 2019 ini mengusung tema ‘Merawat Tradisi Memperkokoh Toleransi’. Tema ini mengemuka sebagai sebuah respon atas wacana tentang perlunya mengkaji ulang fungsi sosial dan budaya pesantren sebagai sebuah institusi agama agar dapat melakukan adaptasi terhadap modernitas. “Namun juga tidak mengakibatkan munculnya problem identitas kultur Pesantren itu sendiri sesuai Aqidah Ushul Fiqh yaitu memelihara tradisi yang baik dan mengambil sesuatu yang baru yang lebih baik,” ujur Murtadlo

Kemudian Murtadlo juga menambahkan belum lagi dalam konteks kekinian nilai-nilai tradisionalisme pesantren dihadang oleh paparan pemahaman Islam konservatif, kaku dan doktriner yang berpaham takfiri membidahkan dan mensyirikan sehingga cenderung inferior dengan kearifan lokal bangsanya sendiri dan jauh dari spirit nasionalisme.

Sementara itu, di tempat terpisah, KH Abdul Hayi Imam MAg sebagai Pengasuh Ponpes Gedongan mengatakan, bahwa Misi Haul ini untuk memperteguh dan memperkuat ukhuwah batiniah. “Karena ini adalah sebuah penghargaan kita terhadap guru, kepada orang tua kita, walaupun sudah wafat itulah jasa yang terbaik. Kemudian manfaatnya yang jelas adalah sebagai wahana pemersatu. Jadi kita akan terus mengembangkan dan terus mempererat hubungan. Ukhuwah Basariah pasti, ukhuwah watoniyah wajib, ukhuwah islamiyah melalui haul yang hanya ada pada umat islam. Dan ukhuwah batiniyah inilah yang luar biasa manfaatnya,” pungkas sesepuh Ponpes Gedongan bersuara khas itu. (adi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.