Home » Cirebon » Maksudnya Apa?! Dinkes Pasang Pamplet “Tamu Dilarang Masuk”

Maksudnya Apa?! Dinkes Pasang Pamplet “Tamu Dilarang Masuk”

CIREBON – Entah apa yang ada di benak Kadinkes Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni. Pasalnya, tepat dipintu masuk menuju ruangannya terpampang tulisan “Tamu dilarang Masuk”. Entah apa alasannya, yang jelas kondisi tersebut memperparah manajeman Dinkes Kabupaten Cirebon yang tertutup dan sulit ditemui.

“Ini luar biasa. Kadinkes maunya apa sih sampai pasang tulisan seperti itu. Enny dan Sekdis seakan pasang badan. Ini tidak bisa dibiarkan,” kata aktifis 98, Toni Gumelar, Selasa (30/4/2019).

Toni menilai, baru kali ini ada kinerja Kadis yang memang nyeleneh. Keluhan yang datang terkait tertutupnya Kadinkes menjadi catatan buruk sepanjang sejarah Kepala Dinas Kesehatan di Kabupaten Cirebon. Padahal menurutnnya, kalau mau diungkap banyak dugaan korupsi yang ada di Dinkes Kabupaten Cirebon.

“Mereka seakan kebal hukum. Seakan bersih dan tidak ada penyimpangan. Masa tamu dilarang masuk, tidak etis dipasang dipintu masuk menuju ruangan Kadinkes dan Sekdis,” ungkap Toni.

Toni meminta Kadinkes agar tidak menjaga jarak antara kalangan lsm dan wartawan. Kalau kondisinya selalu tertutup dan sulit ditemui, kata dia, bukan tidak mungkin Dinkes akan terus menjadi sorotan dan boroknya lama lama akan terbongkar.

“Banyak dugaan korupsi yang ada di Dinkes Kabupaten Cirebon. Jangan disangka KPK diam saja. Data pasti akan ada yang masuk ke KPK dan kamivpun akan bergerak,” ucap Toni mengultimatum.

Hal senda dikatakan Ketua Aliansi Demokrasi Rakyat (Aldera), Warcono. Dirinya mempertanyakan pamplet tersebut karena terkesan dipaksakan dan tidak penting. Artinya, Dinkes tidak bersedia menerima tamu siapapun. Justru ini mengisyaratkan bahwa manajemen Dinkes bener bener tertutup dengan pihak manapun.

“Kadinkes harusnya berfikir sebelum bertindak. Selama ini banyak dugaan peyimpangan yang dilakukan Dinkes. Proyek JKN juga banyak temuan. Lama lama kami akan melakukan aksi unjuk rasa ke dinas ke Dinas Kesehatan,” tandas Warcono.

Ironisnya, beberapa kali JP mendatangi Dinas Kesehatan, sespri Kadinkes bernama Yuda justru melakukan aksi tutup mulut. Entah apa alasannya, ditanya pun enggan menjawab. (man)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.