Home » Bandung » Support Citarum Harum, Mahasiswa KKN UPI Cibiru Gagas Program “Garasi Belajar”

Support Citarum Harum, Mahasiswa KKN UPI Cibiru Gagas Program “Garasi Belajar”

BANDUNG – Mendukung program Citarum Harum melalui KKN Tematik Citarum Pentahelix, mahasiswa KKN UPI Cibiru membuat program Garasi Belajar bagi anak anak di RW 18, Desa Langensari.

GARASI BELAJAR – Mahasiswa KKN UPI menggagas program Garasi Belajar sebagai bentuk dukungan terhadap lingkungan.

Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan semangat belajar anak-anak siswa Taman Kanak kanak, Sekolah Dasar, dan SMP. Hal ini diungkapkan Ketua Kelompok 19 Rahayu Agustiani, mahasiswa KKN Kampus UPI Cibiru yang ditempatkan di wilayah Sektor 21 Subsektor 17 Solokanjeruk.

Dasar dijalankannya program ini, kata Rahayu, kesulitan belajar tentunya sering kita rasakan dan terjadi pada siapapun. Faktor utamanya adalah dari metode belajar yang salah, lingkungan yang tidak mendukung, penyampaian dari guru yang kurang menarik, gaya belajar setiap orang yang berbeda, serta minat belajar siswa yang rendah.

“Dari hal tersebut dapat kita atasi dengan adanya pendekatan secara langsung kepada siswa melalui berbagai hal salah satunya dengan diadakannya program Garasi Belajar,” ujar Rahayu, Jumat (19/7/19).

Garasi Belajar merupakan salah satu program harian dari Mahasiswa KKN UPI Kampus Cibiru kelompok 19 di Desa Langensari RW 18. Sasaran dari program ini adalah anak anak dari warga RW 18 dari mulai TK hingga SMP.

“Dilihat dari antusiasme dari anak anak sendiri sangat baik, setiap harinya jumlah anak anak yang hadir semakin bertambah,” ungkap Rahayu.

Penggunaan nama Garasi Belajar, lanjut Rahayu, memiliki makna tersendiri bagi kami. Garasi dalam arti sebenarnya berfungsi sebagai tempat menyimpan barang berharga, seperti kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor dikatakan barang berharga karena pemerolehannya yang tidak mudah.

“Begitu juga dengan ‘Garasi’, dalam program garasi belajar, yaitu ilmu sebagai kendaraan bermotor yang sangat berharga dan memerlukan proses dalam pemerolehannya. Garasi belajar yang kami buat sebagai wadah untuk memperoleh ilmu dan ilmu tersebut dapat diimplemetasikan dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya.

Garasi Belajar yang dijalankan mahasiswa KKN Kampus Cibiru, oleh Kelompok 19 yang beranggotakan 10 mahasiswi yang terdiri dari PG SD dan PG Paud, dimulai dari pukul 13.00 Wib sampai dengan 15.00 Wib, untuk melaksanakan kegiatan belajar seperti membahas pelajaran yang kurang dimengerti saat di sekolah, les bahasa inggris, membantu mengajar tari, dan education game, dilanjut pada pukul 18.30 untuk mengaji bersama.

“Meskipun baru dilaksanakan 3 hari namun kami juga menanyakan kesan kepada salah satu siswa yang mengikuti program garasi belajar ini,” ucapnya.

Sandi, salah satu siswa yang ikut dalam program Garasi Belajar mengaku, “setelah beberapa kali mengaji bersama kakak-kakak, saya merasa dapat menambah ilmu, dapat berbagi pengalaman, dan mendapat teman baru” ujar Sandi.

Rahayu berharap, dengan adanya Garasi Belajar yang dijalankan kelompok 19 Mahasiswa KKN UPI Cibiru ini dapat membantu anak-anak dalam memahami materi pelajaran lebih dalam. “Semoga dengan adanya garasi belajar ini dapat membuka wawasan siswa-siswi terhadap dunia menjadi semakin meluas,” pungkas Rahayu. (rls/upi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.