Home » Cirebon » Pimpinan DPRD Definitif Disahkan, Ketua: Kabupaten Cirebon Dikepung Banyak Masalah

Pimpinan DPRD Definitif Disahkan, Ketua: Kabupaten Cirebon Dikepung Banyak Masalah

CIREBON – Pimpinan DPRD Kabupaten Cirebon definitif telah ditetapkan. Mereka mengambil sumpah jabatannya pada Senin (14/10/2019) di ruang paripurna DPRD Kabupaten Cirebon.

Hasilnya yakni Ketua DPRD Kabupaten Cirebon dijabat oleh Mohamad Luthfi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB); Wakil Ketua, Rudiana‎, dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP); Wakil Ketua dua, Teguh Rusyana Merdeka dari Partai Golongan Karya (Golkar); dan Wakil Ketua tiga, Subhan, dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Lutfhi menuturkan, pimpinan DPRD yang baru saja diambil sumpahnya ini berjanji akan berjuang untuk membangun Kabupaten Cirebon, karena menurutnya wilayah Cirebon dalam kondisi tidak baik dan dihadapkan pada banyak permasalahan.

“Ada beberapa permasalahan‎ di Kabupaten Cirebon saat ini, yakni kemiskinan, pengangguran, dan lambannya investasi,” kata Luthfi usai pelantikan.

‎Politisi PKB itu mengatakan, dari hasil sejumlah survei yang telah dilakukan, jumlah pengangguran di Kabupaten Cirebon sebanyak 260 ribu atau 10 persen dari jumlah penduduk.

Sedangkan tingkat kemiskinan Kabupaten Cirebon berada di peringkat ke lima se-Jawa Barat. Kemudian, investasi di Kabupaten Cirebon pun dianggap lamban. Dibandingkan Karawang yang memiliki 2.000 ribu lebih industri, di Kabupaten Cirebon hanya berada di angka 150-200 industri saja.

‎”Akselerasi investasi terlihat melambat, bagaimana membuat iklim nyaman. Kalau semua ini sudah terikat, saya yakin kemiskinan dan pengangguran akan berkurang,” katanya.

Lutfhi mengatakan, permasalahan tersebut harus segera diselesaikan oleh pihak eksekutif dan legislatif, sehingga kesejahteraan masyarakat Kabupaten Cirebon dapat segera terwujud.

Ia menambahkan, Anggota DPRD Kabupaten Cirebon yang terpilih untuk periode 2019-2024 berjanji tidak akan anti kritik, tidak terlena pada fasilitas penunjang, dan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat. “Harus bisa bersama‎-sama, jangan sampai Kabupaten Cirebon kembali seperti 20 tahun lalu,” katanya. (red/trb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.