Home » Cirebon » Marak Siswa Bawa Motor, Satlantas Polres Cirebon ‘Jemput Bola’ ke Sekolah

Marak Siswa Bawa Motor, Satlantas Polres Cirebon ‘Jemput Bola’ ke Sekolah

CIREBON – Demi menciptakan budaya ketertiban dan keselamatan lalu lintas serta menekan angka kecelakaan lalu lintas, Satlantas Polres Cirebon terus melakukan gebrakan serta inovasi, salah satunya gerakan jemput bola ke sekolah-sekolah. SMK Sultan Agung di Kabupaten Cirebon adalah salah satunya. Pelajar di sekolah tersebut kaget saat sejumlah petugas kepolisian dari Sat Lantas Polres Cirebon mendatangi sekolahnya. Sebagaimana diketahui, saat ini semakin marak para pelajar yang membawa sepeda motor ke sekolah, padahal belum cukup umur.

Berangkat dari fenomena tersebut, Satlantas Polres Cirebon akhirnya mendata dan membina pelajar agar tertib berlalu lintas. Proses pemeriksaan kelengkapan kendaraan dilakukan setelah bel pulang sekolah. Satu per satu kendaraan pelajar diperiksa. Mayoritas pelajar tak membawa Surat Izin Mengemudi (SIM). Kendati demikian, petugas tak menindak para pelajar yang tak membawa kelengkapan kendaraan, termasuk SIM. “Kita tidak melakukan penindakan. Kita hanya memeriksa atau mendata dan membina para pelajar agar taat berlalu lintas. Jadi, kelengkapan kendaraan itu harus dipakai dan dibawa saat berkendara,” kata Kasat Lantas Polres Cirebon AKP Asep Nugraha melalui Kaur Mintu Sat Lantas Polres Cirebon Iptu Mukhali.

Ia mengatakan, proses pemeriksaan kelengkapan kendaraan dan pembinaan terhadap pelajar tersebut merupakan rangkaian Operasi Zebra Lodaya 2019. Sebab, dalam operasi tersebut petugas diwajibkan untuk membina masyarakat agar tertib berlalu lintas. “80 persen operasi zebra itu penindakan, 10 persen melakukan preventif dan 10 persen lainnya preemtif. Ini kepedulian kita kepada pelajar,” katanya.

Menurut Mukhali, tak sedikit pelajar yang terjaring razia lantaran melanggar lalu lintas. “Ya banyak pelajar yang melanggar, banyak yang tidak menggunakan helm,” katanya. Lebih lanjut, Mukhali menjelaskan, kepolisian tak memiliki kewenangan untuk melarang pelajar menggunakan kendaraan. Namun, setidaknya petugas bisa membina pelajar agar tertib berkendara.

Ia menegaskan, tak segan memberikan sanksi terhadap pelajar yang terjaring razia. “Di sini (sekolah) kita mengedukasi. Tapi, kalau terjaring razia kita tetap akan tindak. Kita tidak memberikan kelonggaran hukum,” katanya. Salah seorang siswa membawa dan memakai kelengkapan berkendara. Namun, Ia mengaku tak memiliki SIM lantaran belum cukup umur. Ia juga mengaku senang dengan adanya pemeriksaan. Karena memberikan edukasi agar tetap tertib saat berkendara. “STNK ada, SIM enggak ada. Ya baguslah buat edukasi,” kata siswa tersebut.

Untuk diktahui, pekan lalu juga ada seorang siswa SMPN 1 Babakan bernama Sopyan Hidayat yang meregang nyawa karena kecelakaan lalu lintas di Desa Karangwangun, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon karena terjatuh lalu tertabrak truk. Sejatinya siswa tersebut memang belum cukup umur untuk membawa kendaraan bermotor. Diharapkan, Satlantas Polres Cirebon juga bisa melakukan upaya jemput bola ke sekolah-sekolah di Cirebon Timur, mengingat banyak juga sekolah yang membiarkan para siswanya membawa kendaraan bermotor. (crd)

PERLU JEMPUT BOLA – Laka lantas yang menewaskan siswa SMP. Sehingga upaya jemput bola di sekolah di kawasan timur Cirebon juga perlu dilakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*