Home » Karawang » Gebang Karawang » Geger di Rengasdengklok! Gadis Belia Ditemukan Tewas, Leher Tergantung

Geger di Rengasdengklok! Gadis Belia Ditemukan Tewas, Leher Tergantung

KARAWANG – Seorang gadis belia di Rengasdengklok, Karawang, ditemukan tak bernyawa dengan posisi leher tergantung, di pintu kamar rumahnya. Kematian korban yang tak wajar itu, kini menyisakan misteri.

Gadis belia itu diketahui berinisial M (14). Mayatnya pertama kali ditemukan oleh orang tuanya, Toto (45). Saat itu, dia yang sepulang dari aktivitasnya memijat, mendapati putrinya sudah dalam keadaan tak bernyawa, dengan posisi leher tergantung menggunakan sehelai kain, di pintu kamar rumahnya, di Dusun Bojong Karya 2 Rt.009/002 Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, Karawang.

“Saat itu jam delapan malam (Selasa, 19/11/2019). Pas saya pulang, didapati anak saya sudah terkujur kaku,” ujar Toto, Rabu (20/11/2019).

Belum jelas kenapa korban mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Namun menurut pengakuan Toto, sebelum kejadian, putrinya tengah bersama kekasihnya di rumah.

“Saat itu ada pacarnya. Lalu saya tinggalkan mereka, karena saat itu saya ada panggilan memijat,” lanjut Toto.

Ketua RT setempat, Kada, menuturkan, sebelum kejadian korban sempat berada di rumahnya, mangsuh anaknya. Setelah itu, korban pamit pulang karena kekasihnya datang ke rumah korban.

“Setelah itu tau-tau saya mendapat informasi kalau korban ditemukan meninggal dunia, gantung diri,” ucapnya.

Kejadian, dibenarkan Kepala Desa Rengasdengklok Selatan, Darim. Dia yang mendapat informasi via telephone dari Kada, langsung datang ke TKP, kemudian menghubungi pihak Kepolisian terdekat.

Terpisah, Kapolsek Rengasdengklok, Kompol Suparno mengatakan, dari hasil autopsi dan pemeriksaan medis tidak ditemukan unsur kekerasan dalam tubuh korban. Korban, lanjut dia, dari keterangan orang tua, tidak ada masalah keluarga.

“Hasil pemeriksaan medis tidak ada unsur kekerasan,” katanya.

Senada, menurut tim medis yang dipimpin oleh kepala UPTD Puskesmas Rengasdengklok, dr Cucu, yang melakukan pemeriksaan terhadap korban, tidak ditemukan adanya tanda tanda kekerasan

“Kalau diagnosa pasti itu harus dilakukan autopsi. Tapi dari hasil pemeriksaan yang kita lakukan, tidak ada tanda-tanda kekerasan,” katanya. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.