Home » Cirebon » Soal Tuntutan Gaji Honorer Kab Cirebon Setara UMK, Sekdis: Saya Gak Bisa Jawab!

Soal Tuntutan Gaji Honorer Kab Cirebon Setara UMK, Sekdis: Saya Gak Bisa Jawab!

CIREBON – Aksi damai yang diikuti seribu lebih guru honorer se-Kab Cirebon akhirnya bergulir, Selasa (3/12/2019). Namun belum ada rona-rona kepuasan dari para guru tersebut karena alur aspirasi yang mereka harapkan, tahapannya masih panjang. Setelah proses audiensi yang berlangsung di Aula Gedung PGRI Kab Cirebon, massa bergerak ke SMPN 1 Sumber, bukan ke kantor DPRD dan Kantor Bupati. Audiensi juga tidak dihadiri Bupati Cirebon Imron Rosyadi atau Kepala Disdik Kab Cirebon Asdulah, yang hadir mewakili Pemkab yakni Sekretaris Dinas Pendidikan Kab Cirebon, Ir Pahim.

WAWANCARA – Sejumlah wartawan mewawancarai Sekdis Pendidikan Kab Cirebon.

Awalnya, sejumlah perwakilan FHPTK dari beberapa kecamatan menyampaikan unek-uneknya mereka terkait harapan para guru honorer. “Kami ini sudah berkeluarga, ada yang punya anak satu, dua, tiga dan lainnya. Tapi honor kami cuma 300 ribu, cukup apa pak. Bagi yang belum berkeluarga, gaji segitu kapan nikahnya,” ujar honorer bernama Satori itu diiringi riuh tepuk tangan ribuan peserta. Ia juga menyampaikan hal yang paling subtantif yakni gaji guru honorer bisa setara dengan UMK.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kab Cirebon Pahim saat diwawancarai wartawan usai aksi damai mengatakan bahwa, terkait Peraturan Bupati baru akan dibahas dan alurnya masih panjang. Ia pun tidak bisa memastikan kapan ajuan para guru honorer tersebut bisa dikabulkan dan kapan mulai diterapkan.

“Untuk pengesahan Perbup sekarang baru mulai dibahas, tahapannya harus dimatangkan dulu ditingkat Dinas Kabupaten, kalau sudah deal, baru kita mengundang BKPSDM, bagian hukum, bagian organisasi, Komisi IV, intinya mengundang pihak terkait, baru kita koordinasikan ke pusat, yaitu ke Medagri, Mendikbud, Menpan, dan lainnya supaya kita juga tidak disalahkan,” ujarnya.

Sedangkan ditanya soal harapan para guru honorer yang menuntut gaji mereka setara Upah Minimum Kabupaten (UMK) sekdis mengaku tak bisa menjawabnya. “Nah itu yang saya nggak bisa jawab. Mudah-mudahan tuntutan besaran nominal sesuai UMK yang diajukan bisa diakomodir,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, para peserta aksi masih berada di SMPN 1 Sumber guna mengawal jalannya perancangan Perbup. Mereka berencana akan bertahan di sana hingga tuntutan mereka benar-benar diakomodir secara tertulis. (jay/adi/rot)

MENYEMUT – Massa aksi guru honorer menyemut di Gedung PGRI, namun mereka dilarang menyuarakan aspirasi di depan Kantor Bupati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.