Home » Cirebon » Bupati Cirebon Tegaskan Open Bidding Bersih Dari Intervensi Sunjaya

Bupati Cirebon Tegaskan Open Bidding Bersih Dari Intervensi Sunjaya

CIREBON – Bupati Cirebon, H. Imron Rosyadi M.Ag menegaskan bahwa pelaksanaan assesmen (penilaian) dan open bidding (seleksi terbuka) untuk pengisian jabatan pimpinan utama di Pemkab Cirebon bersih dari campur tangan dan intervensi Bupati Cirebon sebelumnya Sunjaya Purwadisastra. Sebagaimana diketahui, Sunjaya kini sedang berada dalam bui pasca vonis pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung terkait kasus suap yang diusut KPK.

Demikian disampaikan Bupati kepada Jabar Publisher saat menghadiri acara Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kecamatan Ciledug, Selasa (10/12/2019). “Rotasi sekarang lagi proses sedang tahap eselon II. Gak ada (intervensi). Kita kan pake tim. Tim dari Gedung Sate, psikolog dari Quantum dan pendampingan dari KPK. Silahkan, tes itu terbuka,” ungkap Imron.

Ia juga mencoba bersikap independen dengan tidak terlalu terlibat secara teknis dalam proses open bidding tersebut. “Pembukaan saja saya gak ikut, penutupan gak ikut, paling kita silaturahim nongol kepada panitia,” tegas Imron.

Sebagaimana diketahui, saat ini ada sembilan jabatan eselon dua di Pemkab Cirebon yang mengalami kekosongan, sehingga diikutsertakan open bidding. Kesembilan jabatan tersebut yakni Staf Ahli, Asisten Pemerintahan, Sekretariat Dewan, Kepala Kepala Dinsos, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala DMPD, Kepala Kesbangpol, Kepala Dinas Koperasi dan Dinas PPKB3A.

Sedangkan informasi yang masuk ke dapur redaksi JP dari sejumlah sumber, proses assesment dan open bidding di Kab Cirebon masih diduga kental dengan campur tangan Sunjaya sebagai mantan Bupati Cirebon sekaligus Bupati Cirebon terpilih 2019-2024 dimana Imron Rosyadi sebelum dilantik sebagai bupati adalah Wakil Bupati yang berpasangan dengan Sunjaya. Sumber juga menyebutkan bahwa ada kurir yang berkeliling ke sejumlah pejabat yang dikendalikan langsung Sunjaya dari Lapas Sukamiskin Bandung.

Guna mendalami informasi tersebut, JP juga mewawancarai salah seorang pejabat yang ikut seleksi open bidding tersebut, namun Ia enggan berkomentar terlalu banyak. “Ya saya ikut tes sesuai aturan dan ternyata tidak lolos. Kalau soal adanya kurir dan kendali pak Sunjaya dalam open bidding ini saya tidak tahu, mungkin pak anu lebih tahu. Sekali lagi saya cuma ikut tes saja kang,” ujar sumber JP sambil menyebutkan nama seseorang.

Di sisi lain para ASN khususnya yang mengalami kekosongan jabatan pemimpin sangat menunggu hasil open bidding dan belum ada kepastian kapan akan diumumkan. Begitu juga rencana rotasi/mutasi jabatan yang gaungnya sudah santer terdengar di kalangan PNS. “Kapan sih ini pengumumannya kan sudah masuk pertengahan Desember. Terus hasil open bidding kemarin seperti apa. Kan sudah lama banget, dan rotasi itu biasanya dilakukan di bulan Desember, ini kok belum yah,” tanya seorang PNS yang berkantor di kompleks pemerintahan Sumber. (jay/adi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*