Home » Bekasi » 200 Kilogram Ganja Diamankan Polisi, Pelakunya Didor

200 Kilogram Ganja Diamankan Polisi, Pelakunya Didor

BEKASI – Polres Metro Bekasi menangkap seorang bandar ganja di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Tersangka, Audino Raharjo/AR (23) terpaksa dilumpuhkan polisi dengan ditembak kakinya karena melakukan perlawanan saat hendak dilakukan pengembangan.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Candra Sukma Kumara mengatakan, tersangka ditangkap setelah polisi menerima informasi laporan adanya peredaran narkotika jenis ganja di Perumahan Grand Residence, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, lanjut Candra, kemudian Team Opsnal Unit III melakukan penyelidikan selama tiga hari hingga mendapatkan petunjuk pelaku peredaran narokotika jenis ganja, yakni AR alias ODI.

Pelaku ditangkap di sebuah apartemen Margonda Residence, Jalan Margonda, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (23/12/2019). Setelah diinterogasi, pelaku mengatakan gudang penyimpanan ganja berada di Jalan Serdan Aning RT 04/RW 05, Kelurahan Depok, Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat.

Pada saat bergerak ke lokasi gudang, pelaku berontak dan mencoba melawan polisi. Akhirnya, polisi menembak pelaku. “Kita lakukan tindakan tegas terukur ke arah kaki,” beber Candra saat memberi keterangan press rilis di lobby Mapolrestro Bekasi, Jumat (27/12/2019).

Ganja 200 kg berhasil diamankan Team Opsnal Unit III Satuan Reserse Narkoba Polres Metro (Polrestro) Bekasi di kontrakan AR yang dijadikan sebagai gudang penyimpanan ganja di Jalan Sersan Aning RT 04/005 Kelurahan Depok, Pancoran Mas Depok.

Tersangka mengaku mendapatkan ganja dari AMR alias TJ (residivis Warga Binaan LP Gunung sindur), Senin, 23 Desember 2019 sekira pukul 15.30 WIB di bawah fly over Pasar Rebo, Jakarta Timur. Pelaku mengaku akan diberikan upah sebesar Rp1 juta untuk per 1 Kilogram setelah barang habis.

“Selanjutnya, terduga pelaku berikut barang bukti dibawa ke kantor Sat Narkoba Polres Metro Bekasi guna proses penyidikan sampai ke pengadilan,” tutupnya.

Pelaku terancam Pasal 114 Ayat (2) Sub Pasal 112 Ayat (2) Undang Undang Republik Indonesia No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman Hukuman Penjara seumur hidup, atau Pidana paling singkat 5 (Lima) tahun dan Maksimal 20 (Dua Puluh) tahun penjara dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditambah sepertiga. (jar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.