Home » Headline » Nyaris 5.000 Tewas! Pejabat China Sebut ‘Virus Corona Dibawa Tentara AS ke Wuhan’

Nyaris 5.000 Tewas! Pejabat China Sebut ‘Virus Corona Dibawa Tentara AS ke Wuhan’

BEIJING – Seorang pejabat China melontarkan klaim tanpa bukti soal tentara Amerika Serikat (AS) yang membawa virus Corona atau Covid-19 ke wilayah China. Klaim ini mirip dengan teori-teori konspirasi yang selama ini beredar di media sosial (medsos).

Seperti dilansir AFP, Jumat (13/3/2020), Zhao Lijian yang merupakan salah satu juru bicara Kementerian Luar Negeri China menyampaikan klaim itu via Twitter pada Kamis (12/3) tengah malam waktu setempat. Klaim ini mirip dengan teori-teori konspirasi di medsos yang menyalahkan AS atas merebaknya wabah virus Corona.

Kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China sebelumnya menyebut bahwa sumber virus ini adalah hewan liar yang dijual di sebuah pasar di pusat kota Wuhan, Provinsi Hubei.

Namun dalam beberapa hari terakhir, para pejabat China dan seorang pakar kesehatan terkemuka China mengklaim bahwa virus Corona mungkin berasal dari lokasi lain. Sementara otoritas China marah pada sejumlah pejabat AS yang menyebut penyakit ini sebagai ‘virus Wuhan’.

Dalam kicauan via Twitter, Zhao memposting sebuah video yang menunjukkan Kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) memberikan keterangan di hadapan Kongres AS bahwa beberapa warga AS yang diyakini meninggal karena flu, didiagnosis terinfeksi Covid-19 setelah mereka meninggal.

“CDC tertangkap basah. Kapan pasien nol bermula di AS? Berapa banyak orang terinfeksi? Apa nama rumah sakitnya?” tulis Zhao dalam komentarnya.

“Mungkin tentara AS yang membawa wabah ke Wuhan. Bersikaplah transparan! Buka data Anda ke publik! AS berutang penjelasan pada kita!” imbuhnya.

Pada Jumat (13/3), Zhao memposting artikel yang disebutnya menunjukkan ‘bukti lebih lanjut bahwa virus itu berasal dari AS’. Situs globalresearch.ca yang berdomain di Montreal, Kanada, yang menjadi lokasi artikel itu dipenuhi teori konspirasi soal serangan 11 September di AS.

Otoritas China sendiri dituduh berupaya menutup-nutupi wabah virus Corona saat polisi di kota Wuhan menangkap dan membungkam sejumlah dokter yang melontarkan peringatan dini soal virus ini pada Desember 2019 lalu. Sejauh ini, lebih dari 130 orang terinfeksi virus Corona secara global, dengan nyaris 5 ribu orang meninggal dunia.

Dalam pernyataan di forum think tank Geritage Foundation pada Rabu (11/3) waktu setempat, penasihat keamanan nasional AS, Robert O’Brien, bersikeras menyatakan bahwa tempat kelahiran virus Corona adalah China.

“Virus ini tidak berasal dari Amerika Serikat, itu berasal dari Wuhan,” sebut O’Brien dalam forum itu. “Sangat disayangkan, daripada menggunakan praktik-praktik terbaik, wabah di Wuhan ini ditutup-tutupi,” imbuhnya. Disebutkan oleh O’Brien bahwa China tidak langsung melibatkan komunitas internasional untuk merespons wabah ini. Diyakini O’Brien bahwa jika China lebih kooperatif dan mengizinkan pakar asing terlibat, maka ‘kita bisa secara dramatis meredakan apa yang terjadi baik di China dan apa yang sekarang terjadi di seluruh dunia’.

Juru bicara lainnya pada Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, menyebut pernyataan O’Brien itu ‘sungguh tidak bermoral dan juga tidak bertanggung jawab’. (dbs/int)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.