Home » DARURAT CORONA » Breaking News! 56 Santri Ponpes Husnul Khotimah Kuningan Positif Corona

Breaking News! 56 Santri Ponpes Husnul Khotimah Kuningan Positif Corona

KUNINGAN – Kabar mengejutkan datang dari lingkup Ponpes Husnul Khotimah di Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana, ternyata ada 46 orang santri terkonfirmasi positif corona. Kemudian informasi berkembang dan terjadi penambahan 10 sehingga menjadi 56 kasus seperti dilansir kuninganmass.com.

Mereka awalanya mengalami batuk, flu dan panas. Setelah oleh pihak ponpes dilakukan swab ternyata positif.

“Mulai tanggal 12-24 September 2020, sebagian santri mengalami batuk, flu dan panas. Kami lakukan test swab dengan hasil terkonfirmasi positi, saat ini dalam proses isolasi  mandiri,” ujar Ketua Yayasan Kusnul Khotimah Kuningan KH Mu’tamad  LC MPD Al Hafidz, Kamis (24/9/2020) malam.

Mu’tamad yang didampingi Humas Ustad Sanwani SH, menerangkan, kasus ini sudah diketahui oleh bupati dan tadi menyarankan untuk dibawa ke RSUD Linggajati dan RSUD 45.

Ia menerangkan, sebelum kedatangan santri pihaknya  melakukan persiapan sesuai persyaratan protokol kesehatan  berkaitan dengan pandemi.

Kedatangan santri gelombang ke-1 (tanggal 1-2 Agustus 2020) pihak Husnul mensyaratkan Rapid Test. Hasilnya  dari 702 santri yang datang, 700 santri non-reaktif dan 2 santri reaktif.

Dikatakan, Santri tersebut dipulangkan dan dilakukan tes SWAB di rumah masing-masing. “Pihak ponpes melakukan tes SWAB kepada 150 orang pegawai, hasilnya semua negatif,” tambahnya.

Kemudian, kedatangan gelombang ke-2 (tanggal 29-30 Agustus 2020) dilakukan test PCR di Pondok Pesantren  Husnul Khotimah terhadap 1.350 santri yang datang. Hasilnya 7 orang santri dinyatakan positif dan  dilakukan isolasi mandiri.

“Setelah 14 hari dilakukan tes SWAB ulang, Alhamdulillah hasilnya negatif,” ucapnya lagi.

Sementara  kedatangan gelombang ke-3 (tanggal 12-13 September 2020) dilakukan test PCR di Pondok Pesantren terhadap 1.200 santri yang datang. Hasilnya 3 orang santri positif, dan dilakukan  isolasi mandiri.

“Kami lakukan tes ulang setelah 14 hari karantina  dan Alhamdulillah hasilnya negatif,” jelasnya.

Terkait kasus baru, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah yang mendisiplinkan protokol kesehatan 3 M (Mencuci tangan, Memakai masker  dan Menjaga jarak).

Selain  itu  juga memisahkan santri yang terindikasi gejala Covid-19 dilakukan karantina dan  dengan menambahkan menu makanan/suplemen untuk meningkatkan imunitas.

“Kami juga melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah dan tim satgas covid Kabupaten untuk  penanganan Covid-19 di Pondok Pesantren Husnul Khotimah,” sebutnya.

Mu’tamad meminta kepada bapak/ibu wali santri, mohon agar tetap tenang dan memperbanyak doa.” Semoga  ponpes dapat melakukan penanganan yang terbaik dalam pencegahan wabah Covid-19 ini,” ujarnya optimis. (dbs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.