Home » Cirebon » Angka Kebutaan & Katarak Tinggi, Ini Yang Dilakukan Kuningan Eye Center

Angka Kebutaan & Katarak Tinggi, Ini Yang Dilakukan Kuningan Eye Center

KUNINGAN – Sabtu (26/9/2020), Tim JP berkunjung ke klinik utama Kuningan Eye Center (KEC) di Jalan Jendral Sudirman no. 150 Kab Kuningan. Ada sejumlah tema menarik yang diulas dalam talkshow dengan sejumlah dokter spesialis mata. Salah satunya yakni dengan dr Revanggi SpM yang mendampingi langsung dr Achmad Budi Utomo SpM selaku Direktur KEC selama kunjungan redaksi.

EDUKASI – Dokter Revanggi SpM sedang memeriksa pasien katarak dan memberikan edukasi kesehatan mata di Kuningan Eye Center (KEC).

Dialog diawali dengan bahasan tingginya angka kebutaan di Indonesia dan Dunia. “Angka kebutaan ini sangat tinggi, bahkan Indonesia menempati posisi kedua di dunia setelah Kenya. Dan 80% kebutaan didominasi oleh katarak yang diakibatkan oleh faktor bertambahnya usia,” ungkap dokter Vanggi begitu Ia akrab disapa.

Ia menjelaskan, jelas hal ini merupakan masalah yang harus ditanggulangi karena ketika menderita kebutaan, maka akan terjadi penurunan kualitas hidup karena tidak bisa melihat, bekerja optimal, beribadah dengan maksimal, serta sejumlah kendala lainnya. Dan kabar baiknya adalah 80% kebutaan dalam bentuk katarak ini dapat diobati. “Di  Jawa Barat sendiri berdasarkan data di tahun 2014 sebesar 2,8% dari total penduduk mengalami kebutaan dan 72% diantaranya menderita katarak. Hal ini terjadi karena bertambahnya usia sehingga beresiko mengalami katarak. Seiring bertambahnya usia, lambat laun mata akan mengalami buram, berkabut, berasap, dan pada risiko tertinggi yakni mengalami kebutaan,” ungkapnya.

“Di KEC sendiri memiliki sebuah alat untuk operasi katarak bernama ‘Fakoemulsifilasi’. Alat ini memungkinkan untuk mengoperasi mata katarak hanya dalam waktu 10-15 menit saja dengan bius lokal. Dan keluarga pasien juga bisa melihat langsung jalannya operasi lewat monitor yang disediakan. Harapannya, setelah operasi ini, besoknya pasien bisa melihat lagi,” jelasnya.

CANGGIH – Dokter Revanggi SpM menjelaskan peralatan teknologi tinggi di ruang operasi KEC dimana salah satu alatnya bernama Fakoemulsifilasi.

Mesin Phaco yang canggih di KEC ini kata Vanggi, digunakan untuk mengkoreksi katarak pada mata dengan sistem yang secara otomatis akan menyesuaikan dengan berbagai perubahan atas kondisi mata selama operasi berlangsung, untuk memastikan proses operasi berjalan dengan aman, stabil, dengan hasil yang memuaskan dan juga pasien tetap merasa nyaman. Phaco merupakan mesin berteknologi Ultrasonic yang digunakan untuk membantu memecah lensa yang sudah katarak dan mengambilnya dari dalam bola mata. Dibandingkan dengan operasi katarak konvensional, pasien tidak memerlukan jahitan serta dapat melakukan kegiatan seperti biasa pada keesokan harinya.

Selain itu, untuk memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat Kuningan dan sekitarnya, Kuningan Eye Center juga akan menambah ruang operasi yang awalnya hanya 2 ruang menjadi 3 ruang dan akan dilaunching bulan Oktober mendatang. Hal ini dilakukan agar pelayanan operasi mata bisa lebih maksimal mengingat jumlah penduduk di Kuningan sendiri sebesar 1,7 juta jiwa dan 200 ribu di antaranya merupakan lansia atau memiliki resiko terhadap katarak.

“Artinya rasio jumlah dokter mata yang hanya empat orang dengan jumlah penduduk yang berpotensi katarak itu sangat timpang. Untuk itu kami ingin menambah lagi tindakan operasi dengan launching ruang operasi (OKA) Bulan Oktober mendatang. Selain itu, KEC juga berorientasi menjadi trend center pelayanan mata yang lebih komperhensif dan ke depan akan melakukan pelatihan-pelatihan untuk memperbaharui skill para dokter mata,” pungkasnya. (jay/jp)

PERIKSA – dr Achmad Budi Utomo SpM memeriksa kesehatan mata Pemred JP Hasan Jay, di ruang operasi KEC.
FOTO BERSAMA – Jajaran manajemen dan dokter mata di KEC berfoto dengan Tim JP usai talkshow.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.