Home » Cirebon » Dua Warga Sigong Meninggal Pasca Divonis Covid, Kantor Kuwu Langsung Lockdown

Dua Warga Sigong Meninggal Pasca Divonis Covid, Kantor Kuwu Langsung Lockdown

CIREBON – Pemerintah Desa (Pemdes) Sigong, Kecamatan Lemabahang, Kabupaten Cirebon memberlakukan lockdown untuk sementara waktu. Dikarenakan ada delapan orang yang terpapar covid 19. Sedangkan kabar terbaru dua diantaranya meninggal dunia usai dinyatakan terjangkit virus tersebut.

PASIEN COVID YANG MENINGGAL DUNIA SAAT HENDAK DIBAWA KE RSUD WALED

“Innalilahi wa inna ilaihirojiun, telah meninggal dunia kembali salah satu warga Desa Sigong, yang terpapar covid dari warga yang meningal sebelumnya. Yang meninggal pertama atas nama Ca (75 th) pada 21 Februari di RS pelabuhan, dilakukan swab kepada yg diduga kontak erat. Hasilnya 8 terpapar. Pagi ini barusan satu orang yang terpapar atas nama Ka (43 th) anak dari Ca kembali meninggal dunia. Dan sisanya saat masih dalam isolasi mandiri yang mana tiga diantaranya adalah perangkat Desa Sigong,” ujar sumber JP lewat pesan WA.

Pada Rabu (3/3/2021), Kuwu Sigong, Sumarso membenarkan kasus Covid-19 di desanya berawal dari seorang warganya yang dirawat di RS Pelabuhan Kota Cirebon. Warga tersebut kemudian positif Covid–19 dan meninggal dunia.

Setelah melakukan tracing kepada pihak keluarga dan kontak erat, ternyata jika sebagian warga juga ikut terpapar. “Berdasarkan hasil keseluruhan dari test swab pertama dan kedua, sebanyak 8 warga terkonfirmasi positif Covid-19,” jelasnya.

Saat ini, warga yang terkonfirmasi positif itu sedang menjalani isolasi mandiri. Baik di rumahnya masing-masing atau di The Radiant, Gronggong.

Kuwu mengatakan pada tes swab pertama berlangsung pada 22 Februari 2021. Pada tracing itu, jika dua orang dari pihak keluarga, satu perangkat desa dan satu tetangga terkonfirmasi positif Covid-19.

“Selanjutnya, test swab kedua pada 27 Februari 2021, hasilnya terdapat dua perangkat desa dan dua warga sekitar rumah atau tetangga kembali terkonfirmasi positif Covid-19,” jelasnya.

Sebagai bentuk respons cepat untuk menekan pergerakan covid, pemerintah desa segera penyemprotan disinfektan. Baik di lingkungan kantor desa juga masyarakat.

“Kita akan terus lakukan sterilisasi ini dan peningkatan kewaspadaan dilingkungan desa,”ujarnya. Penutupan balai desa, kata dia, bisa diperpanjang jika memang masih perlu.

“Kalau misalkan dalam empat hari kondisinya belum normal maka bisa saja memperpanjang lockdown,” singkatnya.

Sementara itu, salah seorang dokter di RSUD Waled membenarkan terkait adanya pasien covid yang meninggal dunia asal Desa Sigong. Ia menerangkan bahwa pemulasaraan jenazah pasien covid yang terbaru (pasien meninggal kedua) dilakukan langsung hari ini dan langsung dimakamkan di pemakaman Desa setempat, Rabu (3/3/2021). “Jenazah sudah sampai di RS dan saat ini sedang dikafani,” ungkapnya.

Dokter juga menegaskan bahwa saat ini kembali terjadi lonjakan kasus covid dengan rata-rata pasien meninggal 1 sampai 2 orang per hari dalam jangka waktu satu pekan ini. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.