Home » Cirebon » Sudah Mulai Ngantor, Kuwu Ciledug Kulon Kupas Sisi Spiritual Selama Isolasi Covid-19

Sudah Mulai Ngantor, Kuwu Ciledug Kulon Kupas Sisi Spiritual Selama Isolasi Covid-19

CIREBON – Setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19, Kuwu Ciledug Kulon, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, Wawan Hermawan, sudah kembali beraktifitas. Ia sudah berangkat ke kantor guna menjalankan tugasnya sebagai Kepala Desa seperti biasanya sejak dua hari terakhir.

KUWU CILEDUG KULON, WAWAN HERMAWAN SUDAH MULAI NGANTOR KEMBALI SEJAK KEMARIN. IA BARU SAJA PULIH DARI COVID 19 DAN SEMPAT MENJALANI ISOLASI DI RS MITRA PLUMBON.

“Alhamdulillah mas saya sudah dinyatakan sembuh dari Covid sehingga sekarang saya bisa beraktifitas kembalii, dan baru dua hari ini saya masuk kantor setelah menjalani masa isolasi dan pemulihan,” kata Wawan, Selasa (6/4/2021).

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang selama ini memberikan bantuan, support, dan doa untuk kesembuhannya dari virus mematikan itu.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dari mulai Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten, melalui Dinas Kesehatan Gugus tugas Covid – 19 dan tentunya RS Mitra Plumbon yang sudah memberikan pelayanan terbaik, selama saya dirawat,” katanya.

Iya pun menceritakan terkait mendesaknya kebutuhan plasma darah untuk menyelamatkan nyawanya kala itu. Dimana atas keajaiban doa, itu plasma darah yang dimaksud berhasil didapatkan di hari ke empat isolasi.

“Ini jelas mujizat doa dari imam mesjid, musholla dan masyarakat semua. Karena ketika saya membutuhkan plasma darah, seluruh masyarakat, keluarga serta teman-teman saling bahu membahu mencarikan. Dan Alhamdulillah plasma itu didapat dari Pemalang. Karena kata dokter bahwa paru-paru saya sudah terandam, jika telat sedikit saja, entah bagaimana nasib saya,” tuturnya.

Kuwu Wawan Juga menceritakan awal mula dia dinyatakan terkonfirmasi Covid-19, yaitu setelah menghadiri acara gelar budaya Cirebon Timur di Hotel Dedy Jaya Ciledug. Kemudian siangnya Ia pergi ke Semarang dan ketika pulang mengalami sesak nafas, pusing, mual dan seluruh badannya merasa sakit. Hingga akhirnya Ia dilarikan ke RS Mitra Plumbon pada Jumat (5/3/2021) lalu.

Ia juga merasa menyesal lantaran kurang waspada dan lengah dalam mengantisipasi penularan Covid-19, sehingga membuat dirinya harus terkapar di ruang ICU RS Mitra Plumbon.

“Saat di tes, hasil pemeriksaan medis tes PCR sempat negatif. Namun hasil rontgen paru-parunya ada bintik putih, hingga kemudian dilakukan PCR kedua pada hari berikutnya, dan ternyata hasilnya positif Covid-19. Sehingga Sabtu malam (6/3/2021) sekitar pukul 21.00 WIB saya harus masuk ke ruang ICU khusus isolasi pasien Covid-19 dan selama 12 hari saya tidur dengan tubuh dipenuhi selang di ruang ICU. Untuk menjalani penyembuhan, total selama 16 hari sampai dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang. Harus istirahat untuk pemulihan di rumah selama 10 hari.  Bahkan berat badan saya juga turun sampai 15 kilo,” ungkapnya.

Selnjutnya Kuwu Wawan menjelaskan banyak pelajaran yang bisa dipetik atas kejadian yang pernah dialaminya tersebut, termasuk sisi spiritual yang Ia rasakan saat dalam zona keheningan di ruang isolasi.

“Selama di ruang isolasi saya banyak mengingat kesalahan-kesalahan atas dosa-dosa saya. Mungkin saya banyak meminta kepada Sang Khaliq tapi kurang bersyukur. Dan Alhamdulillah ruang isolasi itu, selain menjadi tempat untuk merenung, juga saya jadikan tempat ibadah. Saya tetep bisa melaksanakan sholat 5 waktu, dan berdoa untuk meminta ampun, walaupun wudlunya dengan tayamum,” kenang Wawan.

Kuwu wawan mengatakan saat dirinya dinyatakan positif Covid dan  masuk ICU istrinya juga langsung melakukan tes swab. “Dan ternyata istri saya juga positif namun karena OTG, akhirnya melakukan isolasi mandiri di rumah dan sekarang alhamdulillah saya dan istri sudah sembuh,” ulas kuwu berbadan kekar ini.

“Saya juga menyarankan kepada seluruh kuwu melalui tim satgas Covid agar jangan bosan – bosan untuk terus mengingatkan akan pentingnya menjalankan dan mentaati prokes. Kita berharap semoga Covid-19 segera sirna dan untuk masyarakat  agar selalu waspada, jangan lengah, karena Covid-19 ada dan jangan sampai tertular dengan mentaati protokol kesehatan yang sudah ditentukan oleh pemerintah,” pungkasnya. (adi/jp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.