Home » Bekasi » Beredarnya Surat Usulan Perubahan Susunan Personalia DPC Partai Gerindra Disinyalir Palsu

Beredarnya Surat Usulan Perubahan Susunan Personalia DPC Partai Gerindra Disinyalir Palsu

BEKASI – Menyikapi surat 03-014/A/DPD-GERINDRA-JABAR/2021, Wahyu Sunanto selaku Dewan Penasehat Partai Gerindra Kabupaten Bekasi menyatakan, surat tersebut terindikasi palsu.

Menurutnya, dirinya mendapatkan surat tersebut dari partai lain, yang seharusnya ketua DPD jika pemimpin yang arif dan bijaksana memberikan teguran atau menyurati, tidak secara arogansi dengan berstatement dan surat tersebut belum tembus ke DPP.

“Karena pihak yang diganti saat ini belum mengetahui, dan saya akan menindak tegas jika Dewan dari Partai Gerindra, baik ketua DPRD Ketua Komisi III maupun anggota DPRD jika terlibat dalam kegaduhan ini, akan kami PAW, saya akan laporkan ke mahkamah etik partai,” tukasnya, Jumat (16/04/2021).

Dikatakan Wahyu, jika akan dilakukan pergantian pengurus DPC Kabupaten Bekasi, harus sesuai prosedural.

“Jika mau ada pergantian susunan baru silahkan, asalkan jangan bikin kegaduhan, silahkan buat SK baru,” ucapnya.

Dirinya juga menyimpulkan, sudah mengantongi siapa yang melakukan hal tersebut. “Jujur saja saya sudah mengantongi siapa orangnya, akan tetapi kita akan mengumpulkan bukti agar lebih kuat lagi, jadi kita tidak akan sembarang menuduh kalau bukti ini belum kongkrit,” beber Wahyu.

Wahyu berharap, kepada pengurus Partai Gerindra agar menyikapi hal tersebut dengan berbesar hati.

“Saya meminta kepada teman-teman atau pengurus Partai Gerindra cukup disikapi dengan berlapang dada, jadi permasalahan ini sebenarnya tidak ada, tetap tenang dan bekerja untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Bekasi. Jadi, permasalhan ini saya nyatakan terindikasi palsu,” katanya.

“Dalam surat restrukturisasi tersebut, menyatakan bahwa kinerja Ketua DPC sudah tidak bagus, harusnya yang seperti ini tidak usah menyebar kemana-mana, cukup seorang pemimpin Ketua DPD memanggil Ketua DPC, atau melalui telepon diajak diskusi apa yang menjadi kendalanya. Bukan langsung membuat surat, justru personal yang ada di dalam surat tersebut malah tidak tahu, justru malah partai lain yang lebih dulu mengetahui,” pungkasnya. (Jar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.