Home » Headline » Pagoma IAIN Pekalongan Gelar FGD, Ini Tujuannya

Pagoma IAIN Pekalongan Gelar FGD, Ini Tujuannya

PEKALONGAN – Dalam rangka memperkuat peran Paguyuban Orang Tua Mahasiswa (PAGOMA) terhadap kemajuan prestasi mahasiswa dan optimalisasi pembangunan Masjid Agung IAIN Pekalongan yang berada di kampus Rowolaku Kajen Pekalongan, Pengurus PAGOMA IAIN Pekalongan mengadakan kegiatan FGD (Focus Group Discussion) dengan tema “Peran Organisasi Orang Tua Mahasiswa dalam Mewujudkan Visi Misi IAIN Pekalongan di Era Merdeka Belajar dan Kampus Belajar”.

Pembahasan dalam kegiatan ini meliputi pelaporan kas internal PAGOMA dan kas yang terkait dengan kontribusinya pada pembagunan Masjid Agung IAIN Pekalongan.

Selain itu, dibahas tentang peran orang tua terhadap kemajuan prestasi mahasiswa dan problematikanya.  Acara FGD berjalan dengan Khidmat mulai pukul 16.00 di Rusid Lantai III kampus Panjang yang dihadiri oleh Bapak Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Para Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama dilingkungan IAIN Pekalongan, Kasubbag KAK, dan pengurus Paguyuban Orang Tua Mahasiswa. Acara tersebut diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan.

Dalam sambutannya, Ketua PAGOMA, Bapak Imam Kholiq mengucapkan terimakasih dan meminta saran dan masukan dari pimpinan IAIN Pekalongan agar peran dan kontribusi PAGOMA bisa lebih baik lagi di masa depan.

Adapun yang menjadi fokus utama saat ini  adalah kontribusi untuk pembangunan masjid agar dapat terselesaikan dengan baik. Untuk itu, beliau memita pula bimbingan teknis dalam memberikan informasi kepada orang tua/ wali mahasiswa terkait dengan pembagunan Masjid Agung IAIN Pekalongan maupun lainya. Sementara itu, bendahara PAGOMA juga menyampaikan posisi keuangan yang ada di kas bank maupun posisi cash hingga per tanggal 7 mei 2021.

Dalam kegiatan ini, bapak Dr. H. Muhlisin, M.Ag  selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, menguraikan bahwa hingga saat ini proses penerimaan mahasiswa adalah jalur UM PTKIN setelah  jalur SPAN PTKIN telah ditutup dan diumumkan kelulusannya. Sekaligus berharap agar dari jumlah yang registrasi jalur kelulusan SPAN PTKIN dapat meningkat dibandingkan tahun yang lalu. Selain itu juga disampaikan pula terkait dengan  pelayanan yang menjadi hak bagi mahasiswa selama menempuh studi di kampus.

Mereka berhak menggunakan fasilitas kampus untuk keperluan belajar dan penunjang kegiatan belajar seperti adanya fasilitas keorganisasian mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi akademik dan non akademik. Apalagi menyongsong kebijakan nasional berupa kampus merdeka dan merdeka belajar. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama menambahkan bahwa penerapan konsep kampus merdeka merupakan salah satu jawaban dan respons positif untuk mengantisipasi perubahan akibat dari kemajuan teknologi-informasi yang identik dengan kehidupan manusia saat ini.

Melalui konsep yang digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadim Makarim,  IAIN Pekalongan juga dituntut untuk mengembangkan strategi pendidikan guna menghasilkan sumber daya manusia yang adaptif dan siap bersaing di era otonomi dan disruptif ini.

Sambil mengadaptasi kebijakan Kementerian Agama, pihak IAIN Pekalongan menyadari tentang pentingnya mempersiapkan kompetensi generasi milenial untuk menghadapi era revolusi industri 4.0 melalui pembekalan yang terencana dan berorientasi pada tuntutan zaman. Pihak kampus berusaha agar organisasi kemahasiswaan diarahkan untuk membangun kompetensi-kompetensi lulusan yang berorientasi pada kebutuhan zaman.

Di hadapan pengurus PAGOMA, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama juga memaparkan tentang beragam beasiswa yang dapat diakses oleh mahahsiswa,  diantaranya beasiswa KIP Kuliah, BAZNAS, Beasiswa Bank Indonesia, Beasiswa tahfidz dan berbagai macam beasiswa yang berasal dari luar kampus, termasuk beasiswa dari DKI yang diperuntukkan bagi mahasiswa yang dari provinsi DKI Jakarta.

Setiap mahasiswa berhak untuk mengakses beasiswa tersebut, sepanjang memenuhi persyaratan dan ketentuan yang berlaku. Khusus bagi para penerima beasiswa KIP kuliah diwajibkan tinggal di pondok pesantren paling sedikit selama satu tahun.

Selain hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama juga menyampaikan terkait dengan renstra IAIN Pekalongan 2020-2024 yang ada bersinggungan dengan Paguyuban Orang Tua Mahasiswa. Di antaranya adalah hak mahasiswa untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas, memanfaatkan sarana prasarana pendidikan untuk kegiatan kurikuler, kokurikuler dan ektrakurikuler, membetuk organisasi kemahasiswaan dan mendapatkan dukungan sarana dan prasarana serta dana untuk mendukung kegiatan organisasi kemahasiswaan tersebut, mendapatkan beasiswa dan bantuan biaya pendidikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Demi mewujudkan kualitas mahasiswa, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama juga menjelaskan adanya kesempatan riset kolaborasi mahasiswa dengan dosen dan kegiatan pengabdian pada masyarakat. Terkait dengan adanya mata kuliah kewirausahaan yang menjadi mata kuliah wajib di tingkat Institut, misinya adalah memperkuat kemandirian mahasiswa dalam memperdalam kemandirian  potensinya melalui wirausaha berbasis pengembangan program studi yang telah digelutinya selama di kampus. Dalam upaya meningkatkan kualitas kelembagaan PAGOMA kedepan diperlukan adanya kegiatan yang kreatif dan inovatif melalui berbagai macam kemitraan dan pengembangan jaringan keluar.

Seusai pemaparan materi, FGD dilanjutkan dengan diskusi mendalam  terkait dengan problematika kemahasiswaan baik berhubungan dengan problem belajar online mahasiswa maupun berhubungan dengan kegiatan PAGOMA dan adanya brainstorming untuk menemukan solusi dari problematika tersebut. Pada sesi akhir acara ada beberapa rekomendasi, diantaranya adalah penguatan eksistensi kelembagaan melalui akselerasi website PAGOMA IAIN Pekalongan yang memuat informasi dan kinerjanya.

Rekomendasi lainnya berupa kesepakatan tentang pentingnya menentukan target penyelesaian pembangunan Masjid Agung agar memotivasi sivitas akademika dan para pihak untuk berlomba-lomba dalam meningkatkan akses  sumber-sumber pembiayaan secara massif. Pada sesi tersebut yang tidak kalah penting adalah FGD juga merekomendasikan perlunya kordinasi yang lebih intensif, terjadwal dan berkelanjutan antara PAGOMA, Ikatan Alumni, Panitia Pembangunan Masjid dan Pimpinan IAIN Pekalongan untuk menyamakan persepsi tentang target penyelesaian pembangunan masjid. (rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.