‘Blackout’ Di Sulawesi Utara, Rugikan Ekonomi Masyarakat

'Blackout' Di Sulawesi Utara, Rugikan Ekonomi Masyarakat
0 Komentar

SULUT – PT. Perusahan Listrik Negara (PLN) wilayah Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) mengungkapkan terjadinya ‘blackout’ di wilayah Sulut dan Gorontalo. PT PLN wilayah Suluttenggo menyebut dari 31, saat ini 12 gardu induk sudah pulih.Manager Komunikasi PLN UID Suluttenggo, Noven Koropit menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya pemadaman. Ia menyebut PLN UID Suluttenggo terus berupaya memulihkan sistem kelistrikan Sulawesi Utara dan Gorontalo.“Permohonan maaf atas kondisi ini. PLN memohon dukungan doa dari stakeholder dan masyarakat agar secepat mungkin dapat melakukan pemulihan di sisa lokasi terdampak,” ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Kamis (12/12/2024).Noven menjelaskan upaya pemulihan dilakukan secara intensif dengan melibatkan ratusan personel teknis yang bekerja tanpa henti di lapangan. Noven mengungkapkan, sampai saat ini 12 gardu induk dari total 31 yang bermasalah sudah dipulihkan.“PLN akan terus melakukan pernormalan secara bertahap sehingga seluruh masyarakat bisa menikmati kembali aliran listrik,” kata dia.Noven mengungkapkan listrik padam karena adanya gangguan pada sistem transmisi saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) yang menghubungkan gardu induk (GI) lopana amurang dan GI teling gas insulated Switchgear (GIS). Gangguan tersebut mengakibatkan 31 gardu induk di Sulawesi Utara dan Gorontalo kehilangan tegangan, sehingga pasokan listrik ke seluruh wilayah terhenti.“Kami telah telah menurunkan seluruh tim teknis dengan perlengkapan lengkap untuk mempercepat proses pemulihan. Hingga saat ini, sebagian gardu induk dan jalur distribusi telah berhasil dioperasikan kembali,” ucapnya

Dampak Pemadaman Listrik Menghambat Komunikasi dan Kebutuhan Air Bersih

Listrik Padam Ganggu Jaringan InternetHampir seluruh masyarakat di Sulawesi Utara terdampak pemadaman listrik yang berlangsung belasan jam. Pemadaman terjadi sejak pukul 14.01 Wita pada Rabu (11/12/2024) ini juga mengakibatkan gangguan pada jaringan internet.“ Sejak kemaren (Rabu) listrik mati total, di sini kami harus nyalakan genset untuk penerangan dan charging HP itu pun berebut bergantian,” Ujar Fatmawati Mokoagow warga Dumoga, Bolmong.

Pemadaman listrik ini membuat Fatmawati kehilangan akses komunikasi dengan keluarga di luar kota karena jaringan internet terputus dan baterai ponselnya habis. Belum lagi persediaan air bersih untuk keperluan rumah tangga yang biasanya menggunakan jetpump, terpaksa harus mengambil dari sumur milik tetangga menggunakan galon.“Saya terpaksa mengambil air bolak-balik ke sumur tetangga menggunakan galon untuk keperluan minum dan masak,” tambahnya.

0 Komentar