Home » Headline » Bulan Ini, Pemkab Ajak Warganya Ikut “Goyang Gerak Karawang”

Bulan Ini, Pemkab Ajak Warganya Ikut “Goyang Gerak Karawang”

“Goyang Gerak Karawang”

KARAWANG – Pemkab Karawang punya program untuk menciptakan kabupaten lumbung padi itu bersih dan mengantisipasi terjadinya bencana. Program itu bernama “Goyang Gerak Karawang” G2K untuk Bebersih Lingkungan.

“Kenapa disebut ‘goyang’ karena Karawang identik dengan Goyang Karawang. Sedangkan makna ‘gerak’ sendiri adalah mengajak semua pihak untuk bekerja. Realisasi G2K Insya Allah bulan ini, Maret 2016. Dalam program ini, kita melakukan bersih-bersih lingkungan, yang di dalamnya juga ada perbaikan drainase, saluran air dan sanitasi,” ujar Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Karawang, Acep Jamhuri kepada Jabar Publisher, Rabu (3/3/2016).

KEPALA Dinas Bina Marga dan Pengairan Acep Jamhuri (tengah) bersama anggota Korpri  Kota/Kabupaten di Jabar lainnya.

KEPALA Dinas Bina Marga dan Pengairan Acep Jamhuri (tengah) bersama anggota Korpri Kota/Kabupaten di Jabar lainnya.

Dikatakan Acep, dalam program tersebut, pihak Pemkab Karawang menggerakan semua OPD, termasuk juga komponen masyarakat, untuk turun ke jalan, melakukan kegiatan kebersihan. “Kegiatan ini bukan hanya dilakukan oleh DBMP, tapi juga melibatkan semua OPD lain dan komponen masyarakat. Dan semua OPD melakukan sesuai dengan tupoksinya. Seperti kita (DBMP), melakukan pembersihan atau perbaikan drainase, saluran air, serta sanitasi. Termasuk juga perbaikan jalan yang rusak,” lanjut Acep.

Kenapa melibatkan semua OPD dan komponen masyarakat? Kata Acep, lantaran dalam program ini, selain soal kebersihan lingkungan, dan mempercantik kota, juga ada upaya pencegahan penyakit menular, serta penanggulangan bencana. “Seperti kita tahu, sekarang sudah masuk pada musim hujan. Tentunya, selain rawan penyakit, juga rawan bencana. Untuk inilah kegiatan Goyang Gerak Karawang Bebersih Lingkungan dilakukan,” kata kepala dinas yang akrab disapa Kang Ajam ini.

Terkait penanggulangan bencana, Ajam juga sengaja menggalakannya karena ada regulasi yang mengatur yakni sebagaimana tertuang dalam Perda Provinsi Jawa Barat Tahun 2010 tentang penyelenggaraan penanggulangan bencana. “Kita bentuk upaya mitigasi atau pencegahannya dulu, early warning system (sistem peringatan dini) dan menyangkut juga kerjasama dengan berbagai komunitas yang ada yang memang concern (ahli) di bidang itu. Ini untuk pra bencana, jadi jangan menunggu bencana terjadi,” tandasnya.

Kadis DBMP Karawang ini juga menyebutkan, pihaknya sudah tahu titik-titik rawan yang selama ini memang selalu ada bencana. Nah, bagaimana memberitahukan dan melatih masyarakatnya bersama komunitas agar sebelum terjadi bencana harus mengungsi dulu. Misalkan hujan besar seperti di daerah longsor, saat sudah terjadi dua jam hujan, penduduk di wilayah tersebut harus sudah mengungsi. “Jadi korban bisa dihindari, ya syukur kalau tidak terjadi bencana. Jadi penguatan masyarakat juga sangat penting,” paparnya.

Terkait banjir yang melanda wilayah Karawang akhir-akhir ini, Acep Jamhuri menyebutkan hal itu terjadi karena saluran buangan tidak sebanding dengan debit air yang masuk secara bersamaan. “Pembuangannya tidak sebanding. Kalau mau dibenahi secara global, jelas membutuhkan biaya yang besar. Tapi dari pengamatan kami, banjir yang menggenangi Karawang relatif lebih cepat surutnya,” ulas Ajam. (jay/bay/adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*