Home » Bekasi » Akibat Menaikkan Tarif Air Sepihak, PT Lippo Cikarang Didemo Warganya
Akibat Menaikkan Tarif Air Sepihak, PT Lippo Cikarang Didemo Warganya

Akibat Menaikkan Tarif Air Sepihak, PT Lippo Cikarang Didemo Warganya

BEKASI – Ratusan warga penghuni dari 13 cluster perumahan di kawasan Lippo Cikarang, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (10/02/2018) menggelar aksi protes terhadap developer atau pengembang perumahan Lippo. Beragam spanduk dan poster kecaman dibentangkan oleh warga.

Para warga cluster seperti Meadow Green, Lembah Hijau, Napoli, Dago, beserta tenant di ruko Roxy dan Menteng, menuntut agar biaya Maintenance Fee dan air bersih tidak dinaikkan dengan keputusan sepihak.

“Kenaikan biaya ini tidak wajar, kenapa tidak wajar, pengembang Lippo sewenang-wenang menaikkan biaya tersebut, tanpa ada musyawarah mufakat dengan warga,” tegas Paul Sitompul, salah satu warga dan juga sekaligus koordinator aksi, dilokasi.

Selain tidak bermusyawarah, biaya yang dinaikkan oleh pengembang Lippo sangat mencekik warga. Biaya maintenance fee naik sebesar 40 persen hingga 70 persen.

“Kami ini dulu yang membesarkan Lippo di Cikarang, karena adanya kami, warga penghuni Lippo bisa besar. Jangan karena kami warga lama, Lippo lupa dengan kami dan hanya mementingkan pembangunan Meikarta saat ini,” tukas Paul.

Ia menambahkan, sudah biaya naik, air yang katanya bersih untuk konsumsi juga mengalami kenaikkan. Padahal, air yang digunakan keruh.

“Warga di cluster lama, justru terlupakan. Fasilitas keamanan sangat terabaikan. Banyak kejadian pencurian di cluster kami. Saya sendiri sudah tiga kali rumah saya kecurian,” kata Paul dengan nada emosi.

Yang menjadi kekesalan warga, pihak pengembang Lippo seolah tidak mau duduk bermusyawarah atas keberatan warga. Banyak keluhan dari warga seluruh penghuni cluster di kawasan Lippo merasa diperas bak sapi perahan.

“Kami tak mempermasalahkan kenaikkan. Tapi karena kenaikkan ini tidak wajar, ajak kami bicara, sehingga ketemu titik temu dengan bermusyawarah,” imbuhnya dengan lantang.

Menurutnya, jika memang tidak ada itikad baik dari Lippo, warga akan aksi demo lebih besar. “Dan kami tak segan untuk mengadu nasib ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia,” ucap Paul.

Sementara itu, salah satu peserta aksi, Cici mengatakan, kenaikkan ini pada setiap rumah berbeda. Semakin besar luas rumah, makin tinggi biaya kenaikkan tersebut. “Kami berharap kenaikan maksimal 10 persen lah,” ujarnya.

Aksi warga elit ini sempat membuat macet jalan raya di sekitar bundaran Elysium Kawasan Lippo Cikarang. Warga sempat melakukan aksi blokir jalan guna menarik perhatian pengendara dengan nasib kesewenangan pengembang Lippo. (fjr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top