Home » Cirebon » Insiden Kebakaran PLTU Sumuradem Indramayu, Satu Tewas

Insiden Kebakaran PLTU Sumuradem Indramayu, Satu Tewas

CIREBON – Satu dari sepuluh korban insiden kebakaran Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sumuradem, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu meninggal dunia, Rabu (7/10). Korban meninggal bernama Teguh Prasetyo (27), Warga Gang 45, Karangmalang, Kota Indramayu. Korban menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 06.30 WIB, di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat.

Sebuah sumber di PLTU Sumuradem menyebutkan, saat insiden kebakaran, Minggu (4/10) lalu, Teguh mengalami luka bakar paling parah. Setelah dinyatakan meninggal dunia, Rabu siang ini juga, jenasahnya langsung dibawa ke rumahnya di Kota Indramayu. Rencananya, akan dikubur di Tempat Pemakaman Umum (TPU) RK tak jauh dari Pasar Baru, Kota Indramayu.

Meninggalnya Teguh dibenarkan pihak PLN Area Cirebon. Asisten Manajer Bidang Administrasi dan Pelayanan PLN Area Cirebon, Arli Wijaya saat dikonfirmasi tidak menampik kabar tersebut. Dia membenarkan kabar tersebut. Kini pihak Pembangkit Jawa-Bali (PJB) selaku pengelola PLTU Sumuradem, tengah mengurus kematian salah satu karyawannya.

“Pihak PJB kini tengah mengurus almarhum Teguh. Dari mulai persiapan sampai dibawa pulangnya jenazah dan penguburan,” ujarnya.

Menyinggung kondisi korban lain, Arli mengatakan, sembilan korban lainnya masih dalam perawatan di sejumlah rumah sakit di Jakarta. “Mereka dalam perawatan intensif, dan informasi yang diperoleh kondisinya membaik. Dari sepuluh korban, Teguh memang yang terparah. Kami turut berduka cita,” lanjutnya.

Sekedar mengulas, bagian conveyor dan crusher PLTU Sumuradem, Minggu dini hari (4/10) mengalami kebakaran. Diduga, kebakaran akibat gesekan bongkahan batubara. Dalam insiden itu, sepuluh karyawan PLTU itu menderita luka bakar terkena percikan api.

Mereka kemudian dirawat di sejumlah rumah sakit di Jakarta. Tiga korban di RS Pusat Pertamina di Sumprug, Jakarta Selatan, lima orang di RS Cipto Mangunkusumo di Kramat, Jakarta Pusat dan dan dua lainnya di RS MH Tamrin, Jakarta Pusat.

Kesepuluh karyawan yang menjadi korban masing-masing, Teguh Prasetyo, alamat Kota Indramayu, Muhammad ashari, warga Sumuradem,  Sukra, Slamet Riyadi (Puntang, Losarang), Andika (Patrol), Rosidin (Limpas, Bongas) dan Trianudin Jana (Parean, Kandanghaur).

Tiga karyawan lainnya warga luar Indramayu, antaranya Usman asal Bekasi,  Ahmad Fauzi (Sewoharjo, Pusakajay, Subang), Herdianto  dan Paryanto, keduanya asal Pekanbaru, Riau. Usia korban antara 25 hingga 30 tahun. (gmn/bay)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*