Home » Cirebon » Setahun Banjir Bandang Ciledug, Pak Camat Intens Gelar “Trauma Healing”

Setahun Banjir Bandang Ciledug, Pak Camat Intens Gelar “Trauma Healing”

CIREBON – Bencana banjir yang melanda kawasan Kec Ciledug, Kab Cirebon, Februari 2018 lalu masih menyisakan trauma mendalam bagi masyarakatnya hingga satu tahun terakhir ini. Guna mengurangi trauma tersebut, Camat Ciledug Solihin, bersama jajarannya hingga kini masih melakukan “Trauma Healing”, yakni upaya berupa motivasi yang bertujuan memulihkan trauma dan mengurangi beban pasca terjadinya banjir bandang.

KANTOR KECAMATAN – Tim JP berfoto dengan Camat Ciledug, Solihin (tengah) di Kantor Kecamatan Ciledug, usai wawancara.

Demikian disampaikan Solihin kepada Jabar Publisher, Rabu (30/1/2019). “Kalau hujan besar, masyarakat disini ketakutan. Jelas ini jadi keprihatinan kami, dari Kecamatan juga Pemerintah Desa yang terdampak banjir untuk selalu intens menggelar trauma healing,” ungkap Camat yang dikenal enerjik ini.

Ia menjelaskan, trauma healing yang dimaksud disuarakan lewat sejumlah kegiatan, seperti pertemuan warga, rapat kerja, pengajian-pengajian, forum diskusi, even, dan sebagainya. “Jadi kalau ditanya, apakah masih ada yang trauma? Saya jawab, masih. Terutama orang tua, kalau hujan besar atau mendung pekat, mereka langsung bersiap-siap mengungsi, bahkan ada juga yang sudah mengungsi,” beber Camat Solihin dengan nada prihatin.

Camat: Info Bencana Satu Komando!

Selain trauma healing, Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mempercayai kabar sumir (hoax) terkait adanya informasi bakal adanya banjir yang dihembuskan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. “Jangan dengar berita hoax yang mengabarkan akan terjadi banjir, akan ada banjir yang lebih besar. Informasi yang real itu satu komando. Jadi selagi saya tidak menginformasikan, masyarakat jangan panik,” tegasnya.

Seperti diketahui, ada sejumlah desa di Kec Ciledug yang terdampak banjir langsung yakni Desa Jatiseeng Kidul, Ciledug Wetan, Ciledug Kulon, Ciledug Lor, dan Bojongnegara. “Kami juga fokus melakukan serangkaian langkah antisipasi penanggulangan banjir dengan desa-desa. Seperti perbaikan klep, pembangunan jembatan gantung, jembatan darurat, memenuhi sarana perlengkapan banjir, merencanakan pembangunan barak pengungsian, dan sebagainya. Itu semua kami lakukan demi memberikan rasa aman kepada masyarakat Ciledug dan sekitarnya,” pungkas Solihin. (jay)

SETINGGI RUMAH – Banjir bandang yang melanda Kec Ciledug tahun lalu setinggi atap rumah hingga kini masih menyisakan trauma.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.